B3 KATEGORI
© 2026 BERITABETULBETUL.COM
Article Body
TERKINI

MENGUKIR SEJARAH DI TANAH SUCI! CEO Danantara Tinjau Langsung Progres Lahan 4,4 Hektare "Kampung Haji" Makkah

Kunjungan ini menandai tonggak sejarah baru yang luar biasa. Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang memperoleh izin khusus sekaligus hak kepemilikan aset tanah serta bangunan permanen di Kota Suci Makkah

OLEH: ADMIN REDAKSI | Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:17 WIB | 34x dibaca
MENGUKIR SEJARAH DI TANAH SUCI! CEO Danantara Tinjau Langsung Progres Lahan 4,4 Hektare "Kampung Haji" Makkah
CEO DANANTARA ROSAN PERKASA ROESLANI, KETUA UMUM KADIN INDONESIA ANINDYA BAKRIE, SERTA UTUSAN KHUSUS PRESIDEN BIDANG PEMBINAAN GENERASI MUDA DAN PEKERJA SENI RAFFI AHMAD TURUN LANGSUNG MENINJAU LAHAN SELUAS 4,4 HEKTARE YANG AKAN DISULAP MENJADI KAWASAN TERPADU KAMPUNG HAJI INDONESIA. (FOTO: ISTIMEWA)

BERITABETULBETUL.COM, MAKKAH – Langkah bersejarah diambil oleh jajaran utusan dan perwakilan strategis Pemerintah Republik Indonesia di Kota Suci Makkah. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad turun langsung meninjau lahan seluas 4,4 hektare yang akan disulap menjadi kawasan terpadu Kampung Haji Indonesia.

Kunjungan ini menandai tonggak sejarah baru yang luar biasa. Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang memperoleh izin khusus sekaligus hak kepemilikan aset tanah serta bangunan permanen di Kota Suci Makkah dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Sesuai instruksi dan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, Badan Pengelola Investasi Danantara bakal bergerak cepat melakukan akselerasi konstruksi fisik megaproyek ini. Berlokasi di wilayah strategis Thakher (sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram), kawasan mandiri ini nantinya akan dilengkapi dengan jalur terowongan khusus (tunnel) untuk mempermudah akses ibadah para jemaah.

Siap Bangun Kawasan Terpadu 13 TOWER

Proyek Kampung Haji dirancang bukan sekadar kompleks pemondokan biasa. Kawasan ini akan mengintegrasikan seluruh lini pelayanan dalam satu ekosistem komprehensif. Danantara menjadwalkan pembangunan fisik utama dimulai pada Kuartal IV tahun 2026.

Pada masterplan tahap awal, pemerintah akan mendirikan 13 tower terpadu yang merangkum:

  • Pusat Akomodasi Modern: Menyediakan ribuan kamar hotel ramah lansia.
  • Layanan Kesehatan Terpusat: Fasilitas klinik dan pos medis komprehensif khusus jemaah nusantara.
  • Area Konsumsi & Dapur Katering: Pusat penyediaan makanan bercita rasa nusantara secara higienis.
  • Dukungan Logistik Terintegrasi: Sistem distribusi perlengkapan jemaah yang efisien tanpa hambatan.
  • Fasilitas Komersial pendukung: Termasuk area pusat perbelanjaan (mall) dan masjid di dalam kawasan.

Dalam pengembangan jangka panjangnya, kompleks megah ini ditargetkan berekspansi hingga memiliki total 16 tower berkapasitas daya tampung mencapai 23.000 jemaah sekaligus.

Solusi Konkret Pangkas Biaya Haji (BPIH)

Tujuan utama dari pembangunan mandiri Kampung Haji ini adalah menciptakan efisiensi finansial yang masif bagi ekosistem perhajian Indonesia. Selama ini, fluktuasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sangat dipengaruhi oleh tingginya biaya sewa hotel musiman kepada pihak ketiga di Makkah.

Dengan kepemilikan aset tanah permanen ini, Indonesia berhasil menghilangkan ketergantungan pada makelar atau vendor pihak ketiga. Integrasi lini akomodasi, katering, dan logistik dalam satu kawasan diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional total di Tanah Suci. Alhasil, biaya riil yang dibayarkan langsung oleh jemaah (Biprih) dapat ditekan menjadi jauh lebih murah, kompetitif, namun dengan kualitas pelayanan yang jauh lebih aman, nyaman, dan khusyuk.

Mari kita kirimkan doa terbaik dan dukung penuh kelancaran pembangunan fisik Kampung Haji Indonesia di Makkah!

(Tim Redaksi BeritaBetulBetul.Com)

TERKAIT

BACA JUGA