B3 KATEGORI
© 2026 BERITABETULBETUL.COM
Article Body
TERKINI

KEJAM! Diperas Tenaganya Hingga Dini Hari Demi Program Gizi Nasional, 9 Pekerja Kecil di Deli Serdang Dipecat Sepihak Lewat Telepon!

Kami hanya dipecat lewat telepon dari Pak Jalaluddin Nur yang disampaikan ke Aslap Am, lalu diteruskan ke kami. Ini sangat tidak adil

OLEH: ADMIN REDAKSI | Kamis, 17 September 2026 - 13:49 WIB | 15x dibaca
KEJAM! Diperas Tenaganya Hingga Dini Hari Demi Program Gizi Nasional, 9 Pekerja Kecil di Deli Serdang Dipecat Sepihak Lewat Telepon!
SEMBILAN PEKERJA PENCUCI OMPRENG DI SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) SEI ROTAN 1 BERNASIB MALANG. KERINGAT MEREKA BELUM KERING SETELAH DIPERAS TENAGANYA HINGGA DINI HARI, NAMUN LANGSUNG DITENDANG DAN DIPECAT SEPIHAK OLEH YAYASAN RANG MINANG ASLI. (FOTO: DOK.BERITABETULBETUL)
BERITABETULBETUL.COM, MEDAN – Jeritan hati dan air mata ketidakadilan berderai dari para pekerja bawah tanah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Deli Serdang. Sungguh tragis, sembilan pekerja pencuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rotan 1 bernasib malang. Keringat mereka belum kering setelah diperas tenaganya hingga dini hari, namun langsung ditendang dan dipecat sepihak oleh Yayasan Rang Minang Asli.
 
Kisah memilukan ini bermula pada Selasa (15/9/2026) dini hari. Demi mengejar target regulasi baru dari Badan Gizi Nasional (BGN), 11 pekerja dipaksa melakukan lembur ekstrem. Di bawah guyuran air dan sabun, mereka harus menggosok label omprengan satu per satu hingga pukul 01.30 WIB.
 
"Kami harus menggosoknya sekuat tenaga sampai setengah dua malam. Kami manusia biasa, bukan mesin," ungkap Rudi Andika, salah satu pekerja yang dipecat, dengan mata berkaca-kaca saat ditemui wartawan di Medan, Kamis (17/9/2026).
 
Tumbang Karena Kelelahan, Dibalas Palu Pemecatan
 
Akibat kerja rodi tersebut, esok harinya 9 dari 11 pekerja tumbang karena kelelahan hebat. Meski sudah mengirim izin resmi ke Asisten Lapangan (Aslap) bernama Am, loyalitas mereka justru dibalas dengan hantaman palu pemecatan yang kejam pada Rabu (16/9/2026) siang.
 
Kepala SPPG Sei Rotan 1, Pangihutan Manalu, sempat pasang badan membela pekerja yang rata-rata sudah mengabdi selama 10 bulan ini. Namun, di tengah kepanikan saat seorang pekerja wanita bernama Nur Melisa mendadak pingsan di tempat kerja akibat kelelahan, keputusan kejam dari manajemen pusat justru turun. Pihak yayasan, Jalaluddin Nur, tetap kukuh mengusir mereka.
 
Ironi Program Mulia: Dipecat Tanpa Surat, Cuma Lewat Telepon!
 
Praktik ketenagakerjaan ini dinilai jauh dari kata manusiawi. Sembilan rakyat kecil ini didepak begitu saja tanpa Surat Peringatan (SP) dan tanpa surat pemecatan resmi secara tertulis.
 
"Kami hanya dipecat lewat telepon dari Pak Jalaluddin Nur yang disampaikan ke Aslap Am, lalu diteruskan ke kami. Ini sangat tidak adil," lirih Rudi penuh kesedihan.
 
Kini, sembilan pekerja tersebut terkatung-katung tanpa kepastian dan berharap Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan melihat hak-hak mereka yang diinjak-injak.
 
Bantahan Pemilik Yayasan
 
Di sisi lain, Pemilik Yayasan Rang Minang Asli, Jalaluddin Nur, berkilah bahwa tidak ada laporan izin sakit yang sampai ke tangannya. Ia menuduh para pekerja sengaja tidak masuk untuk menyabotase operasional dapurnya.
 
"Tidak ada mereka meminta izin permisi sakit ke saya... Sepertinya mereka tidak masuk kerja ada unsur sengaja untuk menghentikan operasional dapur saya," ucap Jalaluddin via telepon, Kamis (17/9/2026) malam, sembari mengaku tidak tahu bahwa pekerjanya telah diperas tenaga hingga pukul 01.30 WIB.
 
Jalaluddin juga mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan dari Aslap terkait beberapa pekerja yang sudah meminta atau memberitahukan izin tidak masuk karena kelelahan dan sebagainya.
 
"Nggak ada disampaikan Aslap ke saya," ujarnya.
 
(Tim Redaksi BeritaBetulBetul.Com) 
TERKAIT

BACA JUGA