GEMPAR! Istana & Komisi III Buka Suara Isu Jampidsus Mundur, JAGA MARWAH: Buzzer Pelindung Koruptor Jangan Asal Ngebacot!
Edoy juga menyoroti mirisnya tingkah para buzzer yang berani menghujat aparat melebihi penyidik, bahkan merasa lebih tinggi dari putusan Pengadilan. Parahnya lagi, banyak dari pegiat media sosial dadakan ini
BERITABETLBETUL.COM, JAKARTA – Pusaran badai hukum di ibu kota memanas! Di saat tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri melakukan penggeledahan maraton di 12 lokasi, narasi liar tanpa narasumber mulai berseliweran. Isu liar yang menyudutkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, disinyalir sebagai pembunuhan karakter yang dimotori oleh gerombolan pendukung koruptor.
Menanggapi carut-marut informasi ini, Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (JAGA MARWAH), Edison Tamba (akrab disapa Edoy), dengan tegas mengecam manuver para buzzer yang membela koruptor. Menurutnya, narasi liar seolah-olah bersumber dari media nasional dengan mudah dicomot tanpa verifikasi, disebarkan secara liar, lalu digoreng oleh oknum yang berlagak pegiat sosial.
“Narasi liar disebar tanpa sumber yang jelas. Sungguh luar biasa cara-cara yang diduga dilakukan kolega koruptor ini,” ungkap Edoy, Kamis (9/7/2026).
Edoy juga menyoroti mirisnya tingkah para buzzer yang berani menghujat aparat melebihi penyidik, bahkan merasa lebih tinggi dari putusan Pengadilan. Parahnya lagi, banyak dari pegiat media sosial dadakan ini yang diduga menunggangi isu untuk mencari keuntungan materi semata.
“Jangan cuma tahu ngebacot dan memaki. Minimal kalau bernarasi punya ilmu. Bertanya juga, sejak kapan para buzzer ini ada di dunia aktivis? Apalagi ada yang bekas DJ. Apakah mudah cari cuan dari ngebacot daripada skil DJ-nya?” sindir Edoy keras.
Senada dengan hal tersebut, Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) telah merilis video resmi yang meminta masyarakat dan media menghargai asas praduga tak bersalah dan menahan diri dari penggiringan opini. Polri sendiri tengah fokus mengusut tuntas dugaan skandal kakap, termasuk mega korupsi tata kelola batu bara dan pencucian uang dengan menyita barang bukti fantastis senilai ratusan miliar rupiah di kawasan Sentul.
Sementara itu, menanggapi isu desakan pengunduran diri yang beredar di tengah pusaran kasus, Komisi III DPR RI menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini agar berjalan transparan, independen, dan tanpa pandang bulu.
(fer/beritabetulbetul.com)