B3 KATEGORI
© 2026 BERITABETULBETUL.COM
Article Body
TERKINI

Kepala BGN Sudaryono Pasang Badan! Tanggung Biaya Korban MBG Semarang Pakai Dana Pribadi dan Rombak Total SOP Pangan

Sudaryono secara ksatria menyatakan mengambil alih seluruh tanggung jawab atas kelalaian tersebut.

OLEH: ADMIN REDAKSI | Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:55 WIB | 5x dibaca
Kepala BGN Sudaryono Pasang Badan! Tanggung Biaya Korban MBG Semarang Pakai Dana Pribadi dan Rombak Total SOP Pangan
KEPALA BGN SUDARYONO MENJENGUK LANGSUNG SALAH SATU SISWI KELAS 12 BERNAMA DIANDRA (NAYA) DI RS PERMATA MEDIKA SEMARANG. (FOTO: ISTIMEWA)

BERITABETULBETUL.COM, SEMARANG – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengambil tindakan tegas dan respons cepat pasca-insiden medis yang menimpa ratusan siswa di SMK Negeri 6 Semarang akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menjenguk langsung salah satu siswi kelas 12 bernama Diandra (Naya) di RS Permata Medika Semarang, Sudaryono secara ksatria menyatakan mengambil alih seluruh tanggung jawab atas kelalaian tersebut. Sebagai bentuk komitmen moral tertinggi, ia menegaskan seluruh biaya perawatan Naya dan teman-temannya ditanggung sepenuhnya menggunakan dana pribadi miliknya.

"Negara berniat memberikan gizi yang aman, namun celah kelalaian telah mengubah niat baik itu menjadi musibah. Kejadian ini harus menjadi insiden terakhir. Pantang bagi sebuah program negara justru menyusahkan rakyatnya," ujar Sudaryono dengan nada penuh penyesalan sekaligus ketegasan.

Sanksi Tegas dan Evaluasi Total

Tidak butuh waktu lama bagi BGN untuk mengeksekusi langkah preventif. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi selaku pihak penyedia makanan langsung dijatuhi sanksi pemberhentian sementara (suspend) operasional.

Saat ini, seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan nasional sedang dirombak total. BGN juga tengah mengebut sistem digitalisasi dapur terintegrasi. Lewat sistem ini, seluruh proses masak—mulai dari pemotongan bahan hingga durasi pengolahan—bisa dipantau secara transparan oleh guru, orang tua, dan Dinas Kesehatan.

Dugaan awal mencatat adanya pelanggaran jeda waktu pengolahan makanan yang terlalu lama, dan hasil investigasi laboratorium komprehensif saat ini sedang dituntaskan.Di akhir kunjungannya, Sudaryono menyempatkan diri menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada Naya dan sang kakek, Bapak Mustari, yang ternyata merupakan sesama warga asal Grobogan. "Lekaslah pulih, Naya. Negara terus berbenah demi kalian," pungkasnya.

(Tim Redaksi BeritaBetulBetul.Com)

TERKAIT

BACA JUGA