Kelangkaan BBM Diduga Hasil 'Main Dalam' Pertamina & BPH Migas, LBH Betul Betul Desak Kapolda Tangkap Aktor Intelektual!
Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia Betul Betul resmi menghantam meja Kapolda Sumut dengan melayangkan Pengaduan Masyarakat (Dumas) bernomor 5/SMT/DUMASLBH/VII/2026
Rakyat Menjerit Antre BBM, Stok Diklaim Aman Tapi Lapangan Kosong: LBH Betul Betul Kirim Dumas ke Polda Sumut, Minta Kepala BPH Migas dan EGM Pertamina Patra Niaga Sumbagut Segera Dicopot!
BERITABETULBETUL, MEDAN – Krisis kelangkaan BBM yang mencekik Provinsi Sumatera Utara sepanjang Juli 2026 ini diduga kuat bukan karena faktor alam atau kehabisan pasokan, melainkan akibat adanya "permainan kotor" di internal rantai distribusi.
Tak tinggal diam melihat rakyat sengsara, Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia Betul Betul resmi menghantam meja Kapolda Sumut dengan melayangkan Pengaduan Masyarakat (Dumas) bernomor 5/SMT/DUMASLBH/VII/2026, Selasa (21/7/2026).
Tiga pendekar hukum LBH Betul Betul—Febrinaldi Siregar, S.H., Juani Syahputri, S.H., dan Ayu Arisya, S.H.—secara frontal membidik dua institusi raksasa: BPH Migas (di bawah pimpinan Wahyudi Anas) dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut (di bawah kendali EGM Sunardi) sebagai pihak teradu yang harus bertanggung jawab penuh atas kekacauan ini.
Skandal Paradoks: Stok Melimpah, Tapi Rakyat Mengemis di SPBU!
LBH Betul Betul membongkar 4 fakta mencengangkan yang mengindikasikan adanya konspirasi sistemis di balik layar:
Kebohongan Publik? BPH Migas dengan percaya diri mengklaim pasokan BBM Sumbagut sangat aman. Jika aman, mengapa antrean mengular bak ular naga di setiap sudut Sumut?
Borok 125 Fraud: Pertamina Patra Niaga secara tidak langsung "menepuk air di dulang" dengan mengakui adanya 125 kecurangan (fraud) dalam sistem distribusi mereka.
Truk Tangki Mandek: Gubernur Sumut Muhammad Bobby Nasution sempat mengendus adanya aksi pemberhentian massal para supir truk tangki BBM. Ada apa sebenarnya?
Nyanyian Sopir Tangki: Fakta paling mengerikan datang dari kesaksian para sopir tangki. Mereka membongkar bahwa stok BBM sebenarnya ada, namun jatah SPBU sengaja disunat, dan pihak SPBU dipaksa membeli BBM non-subsidi demi meraup keuntungan berlipat ganda!
"Ini bukan lagi sekadar kelangkaan biasa. Ini adalah dugaan kejahatan korporasi yang terstruktur, sistematis, dan masif! Rakyat dipaksa mengemis membeli BBM non-subsidi, sementara hak subsidi mereka diduga ditiadakan oleh oknum-oknum pencari cuan ilegal," tegas Promotor LBH Betul Betul, Febrinaldi Siregar, S.H. dengan nada geram.
Ancaman Pidana Mati dan Denda Rp60 Miliar Mengintai!
Tidak tanggung-tanggung, LBH Betul Betul meminta Ditreskrimsus Polda Sumut menjerat para pelaku dengan pasal berlapis. Mulai dari Pasal 55 & 56 UU Migas dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar, hingga Pasal 2 & 3 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mengingat kelangkaan ini menghancurkan perekonomian negara dan masyarakat Sumut secara ekstrem, hukuman maksimal hingga pidana mati atau penjara seumur hidup dinilai sangat layak disematkan!
Polda Sumut juga didesak bergerak cepat menyita seluruh aset digital penunjang distribusi sebelum dimusnahkan. Mulai dari audit Electronic Delivery Order (e-DO), data GPS truk tangki, hingga pelacakan aliran dana (beneficial owner) ke rekening-rekening mencurigakan milik para pejabat dan mafia BBM.
Tembusan ke RI 1: Pecat Wahyudi Anas dan Sunardi!
Surat sakti ini tidak hanya mendarat di meja Kapolda Sumut, tetapi juga ditembuskan langsung ke Presiden Republik Indonesia, Menteri ESDM, dan Kepala Badan Pengaturan BUMN di Jakarta.
Tuntutannya super tegas dan tanpa kompromi: Copot Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan EGM Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sunardi sekarang juga! Langkah potong kepala ini wajib dilakukan guna menghindari konflik kepentingan (conflict of interest) dan memastikan mafia BBM di Sumatera Utara dikorek hingga ke akar-akarnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan memastikan pihaknya akan memproses setiap aduan masyarakat.
"Setiap informasi, aduan pasti akan diproses,"kata Ferry saat dikonfirmasi wartawan perihal Dumas LBH Betul Betul.
(Tim Redaksi BeritaBetulBetul.Com)