Ada Bukti 2 Kali Telfonan dengan Wartawan, AMSUB: Oknum RP Mengaku Disuruh Ketua RS
Ini screenshot halaman whatsaap wartawan. Disini terlihat ada 2 kali telfonan antara wartawan dan oknum RP. Bahkan yang menelfon oknum RP sendiri, dimana sebelumnya si wartawan sudah berusaha mengirimkan pesan dan 5 kali menghubungi oknum RP
BERITABETULBETUL.COM, MEDAN - Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB) membuka tabir kebenaran tentang keterlibatan oknum Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) PDAM Tirtanadi, berinisial RP yang diduga terlibat langsung menjadi perpanjangan tangan dalam proyek pengadaan di PDAM Tirtanadi.
"Ini bukt,i ada telfonan antara oknum berinisial RP dan wartawan sebanyak 2 kali. Pertama durasi 8 menit dan kedua selama 4 menit, " terangnya.
Di bukti ini terlihat oknum berinisial RP yang menelfon wartawan, dimana sebelumnya wartawan sudah berusaha mengirimkan pesan dan 5 kali menghubungi RP " tegas Apri Budi sambil menunjukkan print out yang diambil dari whatsaap wartawan, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya oknum berinisial RP yang menjabat sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) PDAM Tirtanadi, telah membuat berita bantahan yang mengaku dirinya tidak ada dikonfirmasi oleh wartawan, terkait tudingan dirinya diduga sebagai perpanjangan tangan dalam proyek di PDAM Tirtanadi, yang ditayangkan pada 1 September 2026 di salah satu media online.
Menanggapi hal ini, Apri Budi mengatakan, sah saja oknum PPID PDAM Tirtanadi, berinisial RP,, membuat bantahan. Karena undang- undang pers juga mengaturnya.
Namun, tandas Apri Budi, pihaknya juga memiliki bukti yang kuat menjawab bantahan tersebut.
"Kami tidak mau terjebak dalam perang opini. Fokus kami mengungkap kebenaran adanya permainan gelap tentang proyek dilakukan oknum pegawai yang mengarah pada tindakan gratifikasi dan KKN secara struktur dan masif di lingkungan PDAM Tirtanadi Sumut, " tegasnya.
Apri budi membeberkan, berdasarkan informasi dan testimoni yang disampaikan wartawan berinisal IA kepada pihaknya, wartawan mengaku dirinya sudah menjalankan tugas jurnalistik sesuai undang-undang pers, yakni konfirmasi pemberitaan.
"Ini screenshot halaman whatsaap wartawan. Disini terlihat ada 2 kali telfonan antara wartawan dan oknum RP. Bahkan yang menelfon oknum RP sendiri, dimana sebelumnya si wartawan sudah berusaha mengirimkan pesan dan 5 kali menghubungi oknum RP, " ungkap Apri Budi seraya menunjukkan print dari halaman whatsapp wartawan.
"Oknum RP kenal dengan wartawan itu. Jadi kalau dia mengaku tidak dikonfirmasi, ada 2 kali oknum RP menelfon si wartawan. Apa mereka cuma diam-diamannselama ber telefon 8 menit dan 4 menit, " tambahnya.
Dijelaskan, dari bukti ini terlihat pertama kali oknum berinisial RP ber telefon pukul 12.38 wib, selama 8 menit.
Menurut pengakuan wartawan, terang Apri Budi, dalam percakapan via telfon tersebut , oknum RP mengaku dirinya hanya dimintai tolong oleh seseorang berinisil RS, untuk mengambil Usulan Pengadaan Barang (UPB) dari Divisi Umum.
"Aku cuma dimintai tolong sama ketua RS. Kata ketua ambil voucer sama Bu Amah. Nanti jumpai ketua di Colombia Hospital," terang Apri Budi menirukan percakapan antara A Rivai dan wartawan.
Dalam percakapan itu oknum RPi juga mengaku tidak punya wewenang untuk menentukan siapa pelaksana pekerjaan.
"Siapa nanti pemainnya itu nanti ketua yang putuskan. Tapi memang sudah sempat aku tanya Bang A (red-inisial rekanan) apa dia mau kerjaan ini, " kata Rivai.
Selanjutnya, pada pukul 16.18 wib, kembali memghubungi wartawan. Terlihat percakapan telefon berdurasi 4 menit.
"Jam 16.18 wib, oknum RP kembali menelfon wartawan. Aku sudah ketemu sama ketua. Barangnya dah ku kasi. Kata ketua, win-win solusi untuk pengadaan dikasi ke Bang A sementara kerjaannya sama D, " tambah Apri Budi kembali menirukan isi percakapan antara oknum RP dan wartawan.
Menurut Apri Budi, dari penjelasan ini, jelas terbukti pengakuan oknum RP yang mengaku tidak ada dikonfirmasi sama sekali tidak benar.
"Oknum RP tahu yang ditelfonnya itu wartawan. Ada 2 kali. Apa itu bukan konfirmasi. Lantas darimana bisa terungkap oknum RP terlibat dalam urusan proyek pengadaan di PDAM Tirtanadi, kalau tidak dari mulut oknum RP sendiri, " tegas Apri Budi.
Apri Budi mengaku pihaknya siap bila oknum RP ingin membawa masalah ini ke tanah hukum.
"Kita punya bukti kuat. Salah satunya isi whatsapp ini. Semua bukti sudah kita kumpulkan. Kami siap meladeni jika masalah ini dibawa ke ranah hukum, " tegasnya.
Namun, tandas Apri Budi, fokus Amsub bukanlah persoalan konfirmasi berita, melainkan dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di PDAM Tirtanadi, serta keterlibat langsung pegawai dalam urusan proyek.
"Saya ingin bertanya, apa tupoksi PPID termasuk mengurusi proyek orang. Dari pengakuannya, Oknum RP meninggalkan kantor PDAM Tirtanadi untuk menemui seseorang berinisial RS di Colombia Hospital, " cibirnya.
Melihat dari kepatuhan oknum RP, mengantarkan berkas UPB menurut Apri Budi, ada dugaan gratifikasi diterima oknum RP dari proyek pengadaan tersebut.
"Saya menduga ada gratifikasi diterima oknum RP, " terangnya.
Terkait dugaan keterlibatan oknum RP dalam urusan proyek pengadaan di PDAM Tirtanadi, Apri Budi menegaskan, pihak Amsub akan membuat laporan resmi ke Satuan Pengawas Internal (SPI) PDAM Tirtanadi.
"Selain ke SPI, kami juga akan membuat laporan ke Inspektorat Pemporovsu, tentang keterlibatan langsung oknum RP dalam urusan proyek di lingkungan PDAM Tirtanadi, " tegas Apri Budi.
Dalam pemberitaan sebelumnya, nama oknum PPID PDAM Tirtanadi berinisial RP, muncul dari keterangan Kadiv Umum PDAM Tirtanadi berinisial MH kepada wartawan berinisial IA.
Kadiv menjelaskan bahwa UPB untuk Pesona Indah Cemara sudah diambil oknum RP atas arahan Pak RS.
"Tadi Pak RS sudah menelfon saya. UPBnya yang ambil Bang RP, " sebut MH dalam percakapan whatsaapp di nomor 0811 651 XXX.
(Tim Redaksi BeritaBetulBetul.Com)