B3 KATEGORI
© 2026 BERITABETULBETUL.COM
Article Body
TERKINI

"Bapak... Bapak!" Tangis Histeris Bocah SD Pecah di Samping Jasad Ayahnya yang Tewas Diamuk Massa di Baturiti Tabanan

Tanpa sempat menempuh jalur hukum, massa yang berkumpul langsung menghakimi KD hingga menderita luka berat dan meninggal dunia di tempat

OLEH: ADMIN REDAKSI | Minggu, 26 Juli 2026 - 17:51 WIB | 4x dibaca
"Bapak... Bapak!" Tangis Histeris Bocah SD Pecah di Samping Jasad Ayahnya yang Tewas Diamuk Massa di Baturiti Tabanan
TRAGEDI MEMILUKAN INI TERJADI DI BANJAR DINAS JUWUK LEGI, DESA BATUNYA, KECAMATAN BATURITI, TABANAN, BALI, PADA JUMAT (24/7/2026) DINI HARI. (FOTO: ISTIMEWA)

BERITABETULBETUL.COM, TABANAN – Ruang tunggu RSU Semara Ratih hingga rumah duka di Desa Sidetapa, Buleleng, mendadak diselimuti keheningan yang menyayat hati. Suara lirih seorang bocah perempuan yang baru duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) memecah kesunyian, memanggil sosok cinta pertama yang kini telah terbujur kaku. "Bapak... Bapak..." gumamnya di tengah isak tangis yang tak kunjung usai, meratapi sang ayah yang tewas mengenaskan setelah menjadi sasaran amuk massa.

Tragedi memilukan ini terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Pria berinisial KD (50) asal Buleleng tersebut meregang nyawa di lokasi kejadian setelah diduga kepergok mencuri seekor ayam aduan milik warga setempat. Tak hanya kehilangan nyawa, sepeda motor yang dikendarai korban juga hangus dibakar oleh massa yang tersulut emosi.

Kronologi Kejadian dan Amuk Massa

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, insiden bermula saat KD diduga menyusup ke area pemukiman untuk mengambil ayam milik warga. Aksi tersebut tepergok oleh pemilik ternak. Dugaan pencurian ini seketika memicu akumulasi kekesalan warga sekitar yang belakangan resah akibat maraknya kasus kehilangan hewan ternak di wilayah mereka.

Tanpa sempat menempuh jalur hukum, massa yang berkumpul langsung menghakimi KD hingga menderita luka berat dan meninggal dunia di tempat. Saat jajaran Polsek Baturiti tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 02.00 WITA, situasi sudah memanas dengan kondisi motor korban yang ludes terbakar. Polisi segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta menyita sejumlah barang bukti berupa seekor ayam aduan, sebilah golok, serta tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Atensi Hukum dan Perlindungan HAM

Momen pilu saat anak perempuan korban menangisi jasad ayahnya viral di media sosial dan mengundang keprihatinan luas. Bahkan, Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Wilayah Kerja Provinsi Bali dilaporkan langsung turun tangan guna memberikan perlindungan penuh terhadap keluarga almarhum yang mengalami trauma berat.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, membenarkan adanya peristiwa maut tersebut. Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan dua arah secara objektif: mengusut dugaan pencurian sekaligus menindak tegas aksi pengeroyokan.

"Meski tindakan pencurian melanggar hukum, aksi main hakim sendiri hingga menyebabkan seseorang kehilangan nyawa juga merupakan tindak pidana serius. Pelaku pengeroyokan dapat dijerat Pasal 466 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian," tegas Iptu Wiwik dalam keterangannya.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Tabanan masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi utuh serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan maut tersebut. Pihak berwenang mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak lagi melakukan tindakan main hakim sendiri yang merugikan kemanusiaan.

(Tim Redaksi BeritaBetulBetul.Com)

TERKAIT

BACA JUGA