B3 KATEGORI
© 2026 BERITABETULBETUL.COM
Article Body
TERKINI

Buta Huruf dan Tak Punya HP, Bansos Lansia Miskin di Pekalongan Diputus karena Tuduhan Judi

Jangankan bermain judi digital, untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Kehidupan nyata pasangan ini berbanding terbalik dengan tuduhan sistem tersebut.

OLEH: ADMIN REDAKSI | Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:06 WIB | 13x dibaca
Buta Huruf dan Tak Punya HP, Bansos Lansia Miskin di Pekalongan Diputus karena Tuduhan Judi
DAYAT (77) DAN DARMI (63), YANG HIDUP DALAM GARIS KEMISKINAN EKSTREM, HARUS MENELAN PIL PAHIT SETELAH BANTUAN SOSIAL (BANSOS) YANG MENJADI TUMPUAN HIDUP MEREKA MENDADAK TERHENTI SEJAK AWAL TAHUN 2026. ALASAN PENGHENTIANNYA SANGAT IRONIS: DATA MEREKA TERINDIKASI TERLIBAT AKTIVITAS JUDI ONLINE (JUDOL). (FOTO: ISTIMEWA)

BERITABETULBETUL.COM, PEKALONGAN – Kisah pilu datang dari sepasang lanjut usia (lansia) di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Dayat (77) dan Darmi (63), yang hidup dalam garis kemiskinan ekstrem, harus menelan pil pahit setelah bantuan sosial (bansos) yang menjadi tumpuan hidup mereka mendadak terhenti sejak awal tahun 2026. Alasan penghentiannya pun sangat ironis: data mereka terindikasi terlibat aktivitas judi online (judol).

Padahal, jangankan bermain judi digital, untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Kehidupan nyata pasangan ini berbanding terbalik dengan tuduhan sistem tersebut. Dayat diketahui buta huruf, tidak bisa menulis, dan sama sekali tidak memiliki telepon seluler (HP) seumur hidupnya. Sehari-hari, mereka menyambung nyawa dengan bekerja membuang benang kain sisa, yang hanya menghasilkan upah memilukan sekitar Rp3.000 per pekan.

Pemerintah Desa Kayugeritan pun meradang dan mempertanyakan akurasi pemblokiran data ini. Operator Data Kesejahteraan Sosial desa setempat, Neli Setyowati, menegaskan bahwa hasil pengecekan menunjukkan pasangan tersebut berada di desil 1—kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang seharusnya wajib dilindungi negara.

"Kebetulan kita cek desilnya satu. Mereka betul-betul orang tidak mampu. Sangat tidak masuk akal jika dituduh terkait judi online karena Pak Dayat tidak punya HP dan tidak bisa membaca," ujar Neli dengan nada kecewa, Sabtu (29/8/2026).

Sebelum pemutusan sepihak ini, Dayat dan Darmi rutin menerima bantuan Rp600.000 setiap tiga bulan sekali untuk membeli kebutuhan pokok. Kini, hak mereka raib entah ke mana.

Ironisnya, petaka administrasi ini tidak hanya menimpa Dayat dan Darmi. Pihak desa mencatat ada sekitar 18 warga penerima manfaat lain di Desa Kayugeritan yang nasibnya serupa; bansos mereka diputus massal dengan alasan sepihak terkait judi online. Warga berharap Kementerian Sosial segera melakukan verifikasi faktual di lapangan agar pembersihan data judol tidak mengorbankan rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa.

(Tim Redaksi BeritaBetulBetul.Com)

TERKAIT

BACA JUGA