TRAGIS DI LANTAI 12! ASN BPN Nias Tewas Lompat dari Apartemen Medan, Diperas dan Dihasut 2 Wanita Open BO: "Loncat Saja!"
Ironisnya, korban nekat mengakhiri hidupnya setelah diperas, dibentak, dan dihasut oleh dua wanita panggilan (Open BO) yang ia pesan!
BERITABETULBETUL.COM, MEDAN – Sebuah malam pemuas nafsu berujung petaka maut yang mengerikan di Kota Medan. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias berinisial AL, nekat terjun bebas dari lantai 12 sebuah apartemen di Jalan Setia Budi, Medan. Ironisnya, korban nekat mengakhiri hidupnya setelah diperas, dibentak, dan dihasut oleh dua wanita panggilan (Open BO) yang ia pesan!
Peristiwa kelam yang terjadi pada Jumat (10/7) dini hari lalu kini menemui titik terang. Polrestabes Medan bergerak cepat dan resmi menetapkan dua wanita berinisial JS dan FR sebagai tersangka utama atas kematian tragis sang abdi negara.
Niat Ambil SK PNS, Berakhir di Tangan Wanita MiChat
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis mengungkapkan bahwa korban AL sebenarnya datang ke Medan dengan tujuan mulia, yaitu mengambil Surat Keputusan (SK) PNS miliknya. Namun, malam itu korban tergiur memesan layanan prostitusi online melalui aplikasi MiChat sekitar pukul 03.30 WIB.
Petaka dimulai saat dua wanita, JS dan FR, tiba di kamar apartemen lantai 12. Karena wajah FR tidak sesuai dengan foto profil di aplikasi, korban membatalkan jasanya dan membayar denda cancel sebesar Rp400 ribu. Korban kemudian memilih JS dengan tarif Rp850 ribu yang dibayar via transfer.
Minta Oral Seks Tambahan, Berujung Pemerasan Rp4,5 Juta
Usai memuaskan syahwat, korban meminta layanan tambahan berupa oral seks dari JS. Namun setelah itu, situasi berubah mencekam. JS memanggil FR yang menunggu di luar. Kedua wanita ini langsung bersekongkol memeras korban! Mereka mendesak korban memberikan uang tambahan fantastis sebesar Rp4,5 juta.
Korban yang ketakutan menolak. Kedua tersangka tak peduli, mereka terus membentak, mengintimidasi, hingga memaksa korban menunjukkan saldo rekening di ponselnya.
Detik-Detik Mencekam di Balkon: "Kalau Dipaksa, Aku Loncat!"
Dalam kondisi tertekan hebat dan terpojok, korban AL perlahan mundur hingga ke area balkon apartemen. Korban yang sudah frustrasi sempat memberi peringatan terakhir kepada kedua pelaku: "Kalau terus kalian minta, nanti aku loncat!"
Bukannya meredam suasana, kedua wanita haus uang ini malah menantang korban dengan dingin: "Loncat saja!"
Sejurus kemudian, ancaman itu menjadi kenyataan. Korban benar-benar melompat dari ketinggian lantai 12 sambil tangan masih menggenggam erat ponselnya. Korban tewas seketika di lokasi kejadian, sementara kedua pelaku langsung kabur melarikan diri.
Barang Bukti dan Ancaman Hukuman
Pelarian JS dan FR berakhir di tangan polisi. Dari penangkapan ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti mengejutkan, mulai dari pakaian, rekaman CCTV, uang tunai, hingga satu buah kondom berisi sperma.
Kini, kedua wanita tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejam mereka. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 462 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru terkait pemerasan dan penghasutan bunuh diri yang mengakibatkan kematian. Nyawa melayang, jeruji besi menanti!
(Tim Redaksi BeritaBetulBetul.Com)