Article Body
Breaking News
TERKINI
SKANDAL LAPAS TANJUNG GUSTA MEMBARA: Mahasiswa Dikabarkan Dihajar Saat Bongkar Mafia Narkoba, DPR RI Disemprot Jangan Jadi Sapi Ompong!
BERITABETULBETUL, MEDAN – Jagat publik Sumatera Utara geger! Aksi unjuk rasa damai yang digelar Aliansi Independen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Utara di depan Lapas Kelas I Medan (Tanjung Gusta) berujung mencekam. Niat suci mahasiswa membongkar dugaan gurita bisnis narkotika dari balik jeruji besi justru dibalas dengan dugaan intimidasi, intervensi, hingga tindakan kekerasan brutal di lapangan!Tragedi berdarah bagi demokrasi ini langsung memicu ledakan amarah dari berbagai elemen masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wira Karya Indonesia (DPD WKI) Sumatera Utara, Edison Tamba yang akrab disapa Edoy, langsung naik pitam dan mengutuk keras aksi premanisme yang diduga kuat bertujuan membungkam suara kritis mahasiswa.
Demokrasi Sekarat, Mahasiswa Dibungkam?
"Mahasiswa datang membawa data, menyuarakan keresahan bangsa soal ancaman narkoba! Jika benar mereka diintervensi dan digebuki, ini adalah lonceng kematian bagi demokrasi kita! Kritik dan kontrol sosial dilindungi undang-undang, siapa pun yang mencoba membungkamnya harus diseret ke jalur hukum!" tegas Edoy dengan nada geram kepada awak media, Minggu (31/5/2026).
Edoy menilai, dugaan kekerasan terhadap Koordinator Lapangan Ilham Syahputra dan kawan-kawan adalah bukti nyata adanya kepanikan dari oknum-oknum yang gerah bisnis haramnya diusik. Isu keterlibatan oknum sipir dalam membekingi peredaran narkoba di dalam lapas bukan lagi rahasia umum, melainkan bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Komisi XIII DPR RI Disemprot: Jangan Cuma Jadi Sapi Ompong!
Tak main-main, WKI Sumut juga langsung mengarahkan bidikan kritik tajamnya ke Senayan. Edoy mendesak Komisi XIII DPR RI untuk menunjukkan taringnya dan tidak melulu menjadi macan kertas atau sekadar "sapi ompong" yang tak berdaya di hadapan mafia lapas.
"Rakyat sudah muak melihat drama! Komisi XIII DPR RI jangan terkesan cuma datang kunjungan kerja, foto-foto, lalu pulang tanpa hasil konkret! Jangan bungkam melihat kebobrokan yang terus berulang. Fakta di lapangan menunjukkan 70 persen penghuni lapas adalah narapidana narkoba. Ini alarm bahaya, negara tidak boleh kalah oleh mafia narkoba!" sembur Edoy berapi-api.
Desak Menteri Copot Pejabat Lapas, Ancam Seret ke Meja Reshuffle Presiden!
Tuntutan WKI Sumut tidak main-main. Mereka mendesak Komisi XIII DPR RI segera menekan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk melakukan pembersihan massal dan evaluasi total di tubuh Lapas Tanjung Gusta.
"Copot semua pejabat lapas yang gagal dan terindikasi bermain dengan mafia! Jika Komisi XIII menemukan ada oknum petinggi yang melindungi kebobrokan ini, gunakan hak pengawasan maksimal. Rekomendasikan ke Presiden untuk copot menterinya sekalian lewat reshuffle kabinet!" cetus Edoy memberikan ancaman politik yang sangat serius.
Di akhir pernyataannya, WKI Sumut meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menangkap pelaku kekerasan terhadap para aktivis mahasiswa. Publik kini menunggu, apakah hukum akan berpihak pada mahasiswa yang menyelamatkan generasi bangsa, atau justru tunduk pada kekuatan hitam di balik dinding Lapas Tanjung Gusta?
Bagaimana tanggapan Anda mengenai dugaan kekerasan yang dialami mahasiswa saat membongkar mafia narkoba ini? Apakah Anda setuju jika pejabat Lapas Tanjung Gusta segera dicopot dari jabatannya?
(***)
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wira Karya Indonesia (DPD WKI) Sumatera Utara, Edison Tamba yang akrab disapa Edoy, langsung naik pitam dan mengutuk keras aksi premanisme yang diduga kuat bertujuan membungkam suara kritis mahasiswa.
Demokrasi Sekarat, Mahasiswa Dibungkam?
"Mahasiswa datang membawa data, menyuarakan keresahan bangsa soal ancaman narkoba! Jika benar mereka diintervensi dan digebuki, ini adalah lonceng kematian bagi demokrasi kita! Kritik dan kontrol sosial dilindungi undang-undang, siapa pun yang mencoba membungkamnya harus diseret ke jalur hukum!" tegas Edoy dengan nada geram kepada awak media, Minggu (31/5/2026).
Edoy menilai, dugaan kekerasan terhadap Koordinator Lapangan Ilham Syahputra dan kawan-kawan adalah bukti nyata adanya kepanikan dari oknum-oknum yang gerah bisnis haramnya diusik. Isu keterlibatan oknum sipir dalam membekingi peredaran narkoba di dalam lapas bukan lagi rahasia umum, melainkan bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Komisi XIII DPR RI Disemprot: Jangan Cuma Jadi Sapi Ompong!
Tak main-main, WKI Sumut juga langsung mengarahkan bidikan kritik tajamnya ke Senayan. Edoy mendesak Komisi XIII DPR RI untuk menunjukkan taringnya dan tidak melulu menjadi macan kertas atau sekadar "sapi ompong" yang tak berdaya di hadapan mafia lapas.
"Rakyat sudah muak melihat drama! Komisi XIII DPR RI jangan terkesan cuma datang kunjungan kerja, foto-foto, lalu pulang tanpa hasil konkret! Jangan bungkam melihat kebobrokan yang terus berulang. Fakta di lapangan menunjukkan 70 persen penghuni lapas adalah narapidana narkoba. Ini alarm bahaya, negara tidak boleh kalah oleh mafia narkoba!" sembur Edoy berapi-api.
Desak Menteri Copot Pejabat Lapas, Ancam Seret ke Meja Reshuffle Presiden!
Tuntutan WKI Sumut tidak main-main. Mereka mendesak Komisi XIII DPR RI segera menekan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk melakukan pembersihan massal dan evaluasi total di tubuh Lapas Tanjung Gusta.
"Copot semua pejabat lapas yang gagal dan terindikasi bermain dengan mafia! Jika Komisi XIII menemukan ada oknum petinggi yang melindungi kebobrokan ini, gunakan hak pengawasan maksimal. Rekomendasikan ke Presiden untuk copot menterinya sekalian lewat reshuffle kabinet!" cetus Edoy memberikan ancaman politik yang sangat serius.
Di akhir pernyataannya, WKI Sumut meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menangkap pelaku kekerasan terhadap para aktivis mahasiswa. Publik kini menunggu, apakah hukum akan berpihak pada mahasiswa yang menyelamatkan generasi bangsa, atau justru tunduk pada kekuatan hitam di balik dinding Lapas Tanjung Gusta?
Bagaimana tanggapan Anda mengenai dugaan kekerasan yang dialami mahasiswa saat membongkar mafia narkoba ini? Apakah Anda setuju jika pejabat Lapas Tanjung Gusta segera dicopot dari jabatannya?
(***)